Hujan telah usai.....dan kabar dari pelangi menghampiri...





kupukupumungil
Female
kupu kupu mungil...bernaung di mega biru...
   

<< October 2017 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



May 17, 2014
Lelaki Hebat

Lelaki itu membanting tulang dan meraup keringat tuk dijadikannya beras untuk menyambung nyawa jiwa2 mungil dan perempuan yg menemaninya... Terkadang bara dia injak, badai dia lalukan.... Semangatnya untuk senyuman jiwa2 mungil yang terbit dan perempuan setia yang ia cintai.... Cinta berbalut tanggungjawab.... Dia terlihat kuat, kadang pemarah terhadap jiwa2 mungil.... Hanya untuk maksud baik yang kini dipahami oleh jiwa2 mungil yang sudah tumbuh dewasa.... Tak ada lagi kata2 menggurui dari guru terbaik dalam hidup jiwa itu lagi.... Tak ada lagi suara keras menyadarkan arti kehidupan nyata... Terimakasih tidak cukup untuk gambarkan sosok kebaikannya yang ingin dibalas... Hanya doa yang bisa terkirim... Semoga Tuhan mendengar tiap doa yg terpanjan untuk laki-laki hebat itu.... Lelaki hebat itu bernama... PAPA Miss you pa....

Posted at 12:34 am by kupukupumungil
Make a comment  

Dec 12, 2010
Perjalanan Merpati dan Rayuan Ombak Pantai

Dan deburan ombak berkali2 menyentuh kakiku...
Menggodaku tuk ikut serta dalam keriaan irama suaranya...
Tapi aku mau menunggu sebentar lagi...
Perjalanan sungguh indah tuk dinikmati bila mencari makna...

Kau,aku...bak sepasang merpati yang kehilangan tuannya...
Tak tahu kepada siapa hinggap di pucuk daun jendela...
Tak tahu dimana harus bersarang lg...
Dan pada jingga yang mulai pekat kala itu kita bertemu...
Entah mengapa untuk kutolak ku tak punya kuasa, hanya asa yang kuberi...
Bersanding dengan makna yang kau tawarkan tuk kita cari bersama...

Aku mungkin seorang yang hanya bisa bersembunyi pd karang saat ini...
Tp aku bisa menjadi karang itu ketika ombak besar tak lagi bersahabat mencoba menyakitimu...
Sungguh aku mau!
Bahkan aku bersedia menjadi pasir-pasir halus yang menutupi tajamnya pasir pantai karna pecahan kerang untuk kau berpijak...

Aku telah lama menjadi merpati yang selalu terbang sendiri...
Yang selalu menyembuhkan luka sendiri...
Bertahan sendiri...
Selalu mencari rumput-rumput kering, membangun sarang sendiri di jagad ini...
Bahkan sarangku selalu terasa seperti iglo...
Dan aku tak sekuat kamu,sayang...

Hadirmu...kali ini berbeda...
Bukan asa yang biasa, bukan pertanyaan yang tak berujung...
Bukan tawa untuk kunikmati sendiri..
Apa dan dari apa kau terbuat?
Mungkin dari tanah terbaik Tuhan pilihkan kau...
Hingga ada hati yang begitu indah memberi makna pd merpati yang lelah sendiri...

Dengan mata itu saja kumelunglai..
Dengan belaianmu saja kuterkulai...
Demikian kau memaknaiku...
Dan kini ombak menyambut sepasang kaki anak manusia...

Kutaklagi berteman sepi..

Posted at 02:52 am by kupukupumungil
Make a comment  

Jun 29, 2010
Yang Tak Terungkap

Di peraduan ku ayunkan lantunan kata-kata...
Terkadang menjatuhkan air mata...

Disini kumengenangmu...kuberteman dengan hamparan sejuta hektar kertas bertuliskan kata demi kata yang tak sempat terurai dalam bahasa untukmu...
Meluasnya hatiku bagai bah air hujan yang tak tertampung.. Juga tak mampu membendung tangis... Atau menyimpan tawa ketika kuingat candamu.

Masih terekam jelas ketika kita berbalas kata-kata indah... Menyiratkan asa yang terkadang tertahan namun banyak meluap tak sengaja... Menjadi teka teki yang selalu hadir dalam waktu kita. Atau sebuah lantunan irama yang mengalir dan terdengar mengeras ketika kau tak jauh dariku.. Bernada jatuh dan menggelora... Seakan menyindir hati yang tak terungkap...

Terkadang aku menangis untuk yang tak terungkap... Ketika kuberjalan dan kutau kau takkan pernah kulihat lagi. Seperti untaian masa lalu yang tak pernah kembali... Ketika ku lelah dan tenggorakanku mengering teriakan sesal... Bertanya tiada henti.. Memohon satu waktu saja mengungkap rasa... Hadirkan senyuman tuk tersungging untuk bibir yang selalu melantunkan kata-kata indah untukku.. Mengalunkan irama-irama rasa... Atau sebuah perjalanan hadirkan kebersamaan untuk rencana yang tak pernah terlaksana...yang teralihkan olehku... Tuhan jaga tidurnya untukku... Dalam genggaman pena ini kutuliskan pesan untuknya...

I Love U...



Posted at 08:24 am by kupukupumungil
Comments (3)  

Satu Sendu Untuk Rindu

Pada matahari ku kan mencari...
Pada rembulan kukan melepaskan...
Walau sesaat...
Tersirat hasrat...
Walau semalam...
Nyalakan malam yang teram...

Ketika senyum tak boleh terkulum...
Ketika murka berganti suka...
Rona-rona merah...
Menyirat marah...
Gurat-gurat luka...
Tersirat duka...

Pada sendu ku kan beradu...
Pada rindu ku kan mengadu...

 


Posted at 08:04 am by kupukupumungil
Make a comment  

Mar 22, 2010
Sebuah Perjalanan Sederhana

Dibalik bangunan sederhana itu, kami bersandar di teduhnya susunan daun bambu kering itu... Di bangku bambu kami meregangkan kaki-kaki kami... Di depan kami banyak burung gereja mematuk bekatul kering seakan-akan kami tak ada, tanpa takut mereka menikmati sarapan mereka... Aroma tanah bekas hujan semalam menambah kesegaran embun pagi di pucuk daun yang terlihat, kesederhanaan ini begitu memikat menahanku tuk pergi... Disampingku paras muka itu bercerita... Tak banyak yang kudengar hanya sorot matanya yang banyak bercerita.

"Sayang...apa arti kesederhanaan?"

"Kesederhanaan buatku ketulusan,Sayang..."

Jari kami makin merapat, sandaran manjaku tak lepas dari bahunya...
Entah berapa lama lagi kumenahan ribuan impian yang tentu tidak sederhana. Perlu ber rim-rim kertas untuk menulis semua impian-impian itu. Aku lupa esensi sederhana yang kau ucap Sayang, maaf...aku tak dapat memangkas mimpi-mimpi ini menjadi sebuah rangkuman sederhana...

"Apakah waktu merupakan perjalanan yang sederhana, Sayang? setelah sekian lama takdir kita menuliskan pertemuan kita kembali?"

"Aku yakin Sang Pencipta begitu sederhana menakdirkan kehidupan seseorang, manusialah ynag membuat jalan semakin berliku, semakin rumit seperti buntu yang berujung namun membatasi langkahmu"

"Aku beruntung, dalam buntu jalanku ada kamu, Sayang yang meraih tangaku berjalan mundur beberapa langkah untuk maju dalam langkah yang tak berbatas menuju kesederhanaan hidup"

"
Aku bersyukur, Sayang...dalam hati kita yang bertaut, dalam kesederhanaan masa...berbuah ketulusanku untuk wujudkan impian tidak sederhanamu"

Kami tertawa, dan sangat bahagia...

Masih ingatkah kamu ketika kita pertama bertemu di suatu masa itu? Mungkin mata kita pernah saling bertatap... Mungkin kulit kita pernah bersentuhan melalui langkah selewat... Atau bahkan kita sudah saling mendengar dari bibir terucap kita ketika kita duduk di suatu bangku kantin sekolah itu... Katakan  sayang,begitu sederhananya mimpiku...sampai tak terbayang rangkaian cerita dimasa kini.. Tentunya bangku kantin yang kita duduki kini menjadi bangku bambu, dan kata-kata yang terdengar hanya bahasa burung gereja yang kegirangan menemukan sarapannya...

Dan matahari terbit dari mega desa ini tempat kita bernaung...menemani bulan madu kita...


Posted at 10:58 pm by kupukupumungil
Make a comment  

Nestapa

Menari-narilah wahai nestapa...
Biarkan peluh jadi teman dansamu semalam..
Pasangkan tetes-tetes sayatan luka...
Tiada yang lebih kejam hilang bersama teramnya malam...
Kenangan yang tak terkenang oleh rekam saraf otak...
Beriaslah wahai nestapa..
Jadilah bedak untuk budak2 hati...
Menguras kantong air mata...
Menghadirkan kesendirian...


Jangan berteriak, semua telinga menutup percuma...
Jangan terbelalak, semua mata memandang lain seketika...



Posted at 07:32 am by kupukupumungil
Make a comment  

May 14, 2009
Diperjalanan malam

Di Perjalanan Malam

 

Menikmati setiap titik waktu seolah tak kenal pada rotasinya yang diluar kendali. Melepaskan rasa seperti balon gas yang dilepas ke udara. Hanya ada kami. Berdua saja.

Tak pula ada sentuhan yang berlebihan. Tercukupkan jemari saling genggam. Memberi spasi pada rapatnya beban yang melelahkan.Melegakan. Memulihkan.

Sekedar cerita yang mengalir tak putus-putus. Tentang masa yang belum juga terjamah, namun kami tetap ingin melangkah. Tentang mimpi. Tentang pangeran-pangeran dan putri kecil kami yang cantik. Tentang tangan2 mungil mereka yang akan mensucikan dosa kami dengan doa2nya. Tentang mereka yang akan mempercantik rumah kami dengan langkah kecilnya. Dengan larinya yang kadang lincah, kadang terjatuh. Mungkin mereka akan menangis, tapi lalu segera berhenti ketika kami hadiahi ice cream vanila coklat kesukaannya. Yang ini khayalannya sih, katanya terinspirasi dari kesukaan saya yang mungkin saja akan menurun pada putri kecil kami.

Cerita khayalan yang tak seindah negeri dongeng milik Nirmala. Tapi kami akan cukup bahagia berlindung bersama di rumah sederhana. Rumah putih berdesign Kuno mirip rumah jaman Belanda, dengan tanaman rambat dan lampu sorot di tamannya. Rumah yang sempurna oleh cinta manusia yang mendiaminya. Tapi ketika khayalan itu mengerucut pada pertanyaan kapan terwujudnya. Kami hanya tertawa. Sepakat bahwa biarlah itu hanya menjadi rahasia tuhan dan bala malaikatnya. Kami merapatkan nafas kami, menyatukan arah dan tujuan kami. Memohon agar diberi cukup waktu untuk mewujudkan mimpi kami.

Pernah merasa rindu bahkan saat masih duduk berdampingan? Saya pernah. Dia pun pernah. Tepat disaat itu kami merasakannya. Saat kami menghabiskan waktu berputar mencari ujung jalan sambil menertawakan kisah lalu kami yang cukup seru dan lucu.

Saat saya menyandarkan kepala disampingnya meskipun kepala saya tidak terasa berat. Saat dia membelai rambut saya dengan sebelah tangannya. Saat dia perlahan berkata "Dek, lihat keluar. Bulannya bagus. Full Moon"

Ya. Memang indah. Saya mengamatinya dari balik jendela. Sementara kendaraan kami terus melaju. Hendak menambatkan rindu di ujung jalan. Lalu kembali meneruskan perjalanan panjang yang mungkin terjal dan berliku. Ketika mimpi melambai-lambai memohon agar segera diwujudkan.

Hari ke 183 di perjalanan malam, saat dunia seolah hanya milik kisah saya dan kisahnya.

 

Santy's note


Posted at 09:10 am by kupukupumungil
Make a comment  

May 10, 2009
Pesta

Hari ini aku berada dalam sebuah pesta.
Hiruk pikuk suara orang-orang bercerita, beramah tamah, saling memuji satu sama lain tentang pakaian masing-masing.. Atau bunyi sendok garpu yang bertemu dengan piring sajian ditemani nyanyian bertema cinta. Aku yakin sepenuhnya untuk orang lain mereka tengah berada dalam sebuah pesta.

Ketika ini aku menarik senyum dengan mata berkaca-kaca...
Melihatnya dari kejauhan ketika langkah pertama kakiku menyentuh hamparan karpet merah dan disambut oleh perempuan perempuan cantik berkebaya...Juga sosok demi sosok yang tak perlu aku berusaha keras untuk mengingatnya..

Ketika ini, aku masih tersenyum...
Meski kulihat banyak tatapan ingin tahu... Sapaan basa-basi.. Sebagian tatapan iba...

Ketika ini, aku masih berjalan semakin dekat dengan harum melati yang mulai tercium...
Semakin dekat...semakin merunduk...
Berdoa dalam hati..
"Tuhan beri aku kekuatan lebih banyak lagi..."
Tinggal beberapa langkah lagi aku berada dalam singgasana raja dan ratu semalam itu... Tempat peraduan yang sempat kuimpikan.. Tersenyum, menyalami dan di doakan... Lebih dari itu...ucapan syukur tak terhingga akan sebuah kesempatan berharga dalam hidupku mendampingi laki-laki itu...
Tuhan bosan mungkin, ketika kunyatakan berkali-kali sungguh teramat cinta aku padanya... Kenyataan yang telah jadi rahasia antara aku dan Tuhan selama bertahun-tahun... Kenyataan yang selalu aku ceritakan pada dunia yang bodoh berwujud cerita tentang kemunafikan..
Aku letih berbohong.... Ingin kuceritakan pada dunia tentang sebuah kenyataan..betapa aku dilemahkan oleh cintaku pada laki-laki itu... Lelaki yang berada dihadapanku ketika sudah kujabat 2 tangan yang selalu kucium dengan rasa hormat...
Ketika ini, aku tersenyum...berdiri dihadapannya dalam jarak dua jengkal tangan mungilku. Tanpa kata... Berdoa semoga waktu berhenti...
Ingin aku berbisik padanya...

"Aku mencintaimu... Seperti yang Tuhan tahu... Seperti yang kau tak pernah tahu...cinta ini takkan pernah hilang,sayang..."

Dan langkahku terus tak terhenti...
Sayup sayup alunan nyanyian, bising pesta mulai tak terdengar... Tatapan tatapan itu, harum melati itu...

Tuhan...apa yang berada dekat ditelingaku..
"Aku mencintaimu, Dewi..."


Posted at 03:34 am by kupukupumungil
Make a comment  

Apr 25, 2009
Is it better left unsaid?

Hanya satu malam saja aku akan bercerita... SSstt..ini hanya tentang aku dan kamu ya... Tentang yang terwakili layar betuliskan "kangen km sayang".

Malam ini saja aku terperi dengan tulisan di layar hehe.. yang tak terdengar. Minggu esok aku berjanji tulisan itu bersuara...

Jalanku pun berpijak di setapak dengan 4 gambar tapak kaki. Dan saat itu aku sadari tak lagi berteman bayangan sendiri...

Hela napasku semakin panjang mencoba mengabarkan ini padamu... Detak detak jantung semakin tak beraturan, irama napasku pun nyaris tak berima... Bukan serangan asma, mungkin ya..asmara.. Awwwhh...

Kuatur bicaraku, kata demi kata kususun berharap kau mengerti maksudku...

Dan ku sadari aku masih terdiam, dengan raut muka yang aku bayangkan...

Raut muka menanti penjelasan.
Tp apakah sesuatu selalu butuh penjelasan?
Bagaimana dengan aku yang tak pintar berbahasa..

Pejamkan mata sayang, ku tahu engkau tau.. Tanpa ada penjelasan atau kau lebih suka penegasan, aku selalu menghampiri dengan sebentuk hati tuk dibingkai olehmu.. Kau tak tahu rasanya, saat kau memilih tuk berhenti bertanya... 


Posted at 04:05 am by kupukupumungil
Make a comment  

Mar 20, 2009
Muka Muka Muak Terkuak

Mata mata tajam...
Mulut mulut maut...
Hujam hujam menghujat
Sulut sulut sekam

Pelan pelan menelan
Pahit pahit terlilit
Muka muka menerka
Hati hati meniti

Topeng...


Posted at 10:43 am by kupukupumungil
Make a comment  

Next Page